"After all.. I'm just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.."

Saturday, July 31, 2010

Laut

Morning folks .
what cha been doing ? ---> sok negro :p

baru beberapa jam setelah postingan terakhir yaaa , tapi udah gatel mau nulis lagi. Abis bosen sih gak ada kerjaan pagi-pagi gini. Maenan Fb mulu. Huuu, gak mutu yaa? Oiya omong-omong fb, barusan heboh komen-komenan foto di Fb nya Annisa Febrianasari, temen gue anak Komunikasi. Hahaha, foto gak seberapa, komennya lanjuuut terus :p Emang suka gila anak-anak komunikasi UGM ini. MAFIA NOTIF! hahaha :D

Gak tau kenapa barusan kebayang laut. Iya, laut. Bahasa Inggrinya Sea. Iyaaaa, yang tempat kapal lewaaat. Bukaan, itu bukan tempat Bisma tinggal, itu mah ikan paus bukan Bismaaa, Bisma sih tinggalnya di Way Kambas. Hihi :p

Gue suka laut, apalagi laut yang sepi, senyap, pagi-pagi buta. Waaaw, keren banget pasti. Baunya itu loooh, pasirnya itu loooh, belum lagi rasanya kalo sendirian di laut pagi-pagi buta gitu pasti asik banget. Berasa laut milik sendiri, yang laen ngontrak. Trus, mengkhayal klo seluruh laut itu kita yang bener-bener punya. Punya rumah di deket pantai, pondokan gitu. Minum kelapa muda, bakar ikan. SUPERB ! ahahaha :D khayalan gue deh, tingkat tinggi banget malem-malem gini.

Chat deh sama temen, ngomongin soal keinginan gw mau ke laut pagi-pagi. Malah di ajakin pacaran, pagi-pagi buta liat matahari terbit. Wahaaaaw, kenapa gak sekalian aja kita maraton dari rumah ke laut yee? Yang ada begitu nyampe laut abis aer laut kita bedua tegak sangking kehabisan cairan :p hahaa

It may sounds silly, but I'm wondering if I could go to the sea with someone that special to me. We could talking while walking on the beach, singing and laughing, or maybe just sit and wait till we get bored there. Romantic, isn't it? :)

Anyway, laut mana sih yang keren? Yang pasirnya putih, halus, gak ada batu-batunya. Yang lautnya biru, bersih, gak ada sampahnya. Dimana yaaa? Iseng-iseng googling barusan dapet beberapa laut yang termasuk top of the top seperti :
Kepulauan Seribu
Pantai Nusa Penida

Keren yaa? Tapi, pantai atau laut yang paling bikin gue ngiler adalah ini :

Tanjung Kelayang - Belitung

Tanjung Tinggi - Belitung

Tanjung Tinggi - Belitung

Pantai Manggar - Belitung

Pasti baru pada tau kan soal pantai dan laut yang ini? Sebenernya masih ada lagi yang lebih indah dari ini, tapi berhubung mata udah mau mejem-mejem, yang bisa di posting cuma segini :p hehe. Yang terekam di kamera ini, aslinya jauh lebih keren looooh. Coba deh visit Bangka Belitung, jangan taunya cuma pantai sama laut di Bali atau Lombok ajaaaa. Pantai di Belitung itu jauh lebih private deeeh, cocok buat liburan sama kawan-kawan, keluarga, atau someone special :)

Friday, July 30, 2010

He's just not THAT into you

okaaay, sorry for being such a lier cause i can't make those story-behind-songs that I've promised befoooore :( things happened around can't make me concentrate well. So, sorry for being a loser and can't make the stories :( Promise you that this post won't waste your time :p

He's just not that into you
Udah pernah nonton film He's just not that into you? Film ini di angkat dari buku karangan Greg Behrendt & Liz Tuccillo dengan judul yang sama. Ceritanya simple, about various relationship, tentang membaca 'tanda' dari lawan jenis, dan berharap gak salah baca 'tanda' dari mereka dan akhirnya menemukan 'soulmate'-nya. Di cerita ini ada banyak individu yang salah 'baca' tanda-tanda yang di kasih lawan jenisnya. Ada cerita tentang cewek yang selalu salah baca tanda-tanda dari cowok and ended being dumped or doing sumthing stupid.

Contoh kasus yang serupa tapi nggak sama seperti di film itu gini, ada cowok yang lagi deket sama kita. Karena jaman sekarang canggih, mereka udah gak ngajak kenalan kita saat ketemu kita di mall atau party atau resto. Yang biasanya mereka lakukan adalah adding our Facebook account or Twitter. Setelah itu, dia akan ngajak kita chat berjam-jam, berusaha untuk ngajak kita ngobrol. Gak lama dari itu, dia, dengan kepedean tingkat tinggi, akan meminta nomor Hp kita. Biasanya sih nanya langsung, atau nanya ke temen deket kita yang mungkin lagi online saat itu. Setelah itu, di mulailah saat-saat yang kita anggap sebagai pendekatan, walaupun gak jelas.

He'll text us everyday, every hour, till late. Asking what we do now, what happen on our day, and so on, and so on. Trying to affect us with his charm and his caring. Setelah itu, mulai deh dia telepon kita. Biasanya, telepon pertama akan berlangsung lama. Kita mulai ngerasa ada kecocokan, and he seems interested with us too. After that, gak di sangka-sangka dia akan ngajak kita jalan.

Sebagian cewek, akan langsung mengiyakan ajakan cowok itu dan besoknya mereka jalan. Atau, mereka postponed dulu ajakan cowok itu, dan berusaha mendalami karakter cowok itu lagi, sekalian ngetes, cowok ini serius atau nggak. Untuk kasus yang kedua ini, biasanya ada cowok-cowok yang langsung males ngeladenin cewek itu lagi, karena mereka nganggep cewek itu terlalu jual mahal, di ajak jalan aja susah. Habis itu yaa bye bye, dia gak sms-sms lagi deh. Delete contact kita dari phonebook mereka. Atau, ada cowok yang keukeuh tetep aja smsin dan telponin cewek itu. Berusaha menunjukkan sikap ksatria putih berkuda, yang tetep gentleman dan bersikap manis ke cewek itu.

Untuk cewek-cewek, klo udah ketemu tipe yang kedua ini pasti ngerasa 'Oh, he's just that into me'. Well, cewek kan di ciptakan perasa banget, sensitif gitu. Pastilaah ngerasa berbunga-bunga ngeliat cowok tetep keukeuh deketin dia walaupun kita jual mahal. Masa nggak? Duh, jangan muna' deh, seneng itu wajar kok, lumrah banget. Sayangnya, perasaan inilah yang akan berakibat buruk akhirnya.

Setelah smsan berhari-hari, berminggu-minggu, di telepon dan lain-lain, tibalah saatnya cewek ini jalan sama cowok itu. Mereka ketemu, jalan, makan, have a great day. Yaah, mungkin ada sedikit perbedaan di antara mereka, tapi intinya puaslah dengan jalan hari itu. He's good, kind, smart and gorgeous. Act like a real knight at the white horse. 'Tanda-tandanya' makin jelas keliatan. What can she do? She falls in to him that fast. She likes him, and he seems like her too. Inget yaa, masih seems like.

Setelah tahapan jalan bareng inilah biasanya sinyal dari cowok ini mulai sedikit aneh. He says he'll call, but in the end he's just text us. He says he's busy with his college things and ended doesn't appear online at Facebook. And many things that appear apparently. Kita kebingungan, ini cowok mau gak sih sebenernya? Pasti mikir gitu dong? Ya nggak? Setelah dia sok jual mahal, kita pun memutuskan untuk jual mahal juga. Pepatahnya, lo jual gue beli ;p Gantian kita yang nggak sms-sms dia, biarin dia duluan yang sms kita, sambil berharap-harap cemas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi yang terburuk: dia gak akan hubungin kita lagi.

Yang terjadi berikutnya, cowok itu sms kita lagi! Dan kali ini he says that he misses us! Wooow, rasanya pasti pengen jedotin kepala ke tembok, ngerasa bego banget gak sms dia duluan aja dari kemaren. Yaa inilah kelemahan cewek, gampang di bikin geer. Di bilang kangen aja rasanya kayak bisa terbang, punya sayap di punggung, terus ngejebol plavon terbang ke rumah cowok itu buat bilang kita juga kangen. Haha. Abis itu, hubungan terjalin lebih erat. Jalan-jalan lagi, menghabiskan waktu bareng-bareng lebih lama. Smsan, telponan, chat di lakukan lebih intens. Tapi apa yang terjadi berikutnyaa? Dia HILANG lagi! Wawawawaa, mulain deh kita kebakaran jenggot. Kelimpungan, ngerasa kehilangan. Sedih, nelangsa, dilema. Rasanya gak betah online lama-lama, atau berulang-ulang ngecek hp, ngeliat ada atau nggak sms dari dia, dan berusaha meyakinkan diri sendiri klo kita gak salah baca 'tanda' dari dia.

Well, kenyataan berikutnya lebih menyakitkan. Tiba-tiba status Facebook-nya gak jelas, he seems talking about a girl, but we can't make sure who is he talking about. Mau geer dan ngerasa klo yang di omongin sama dia di status-statusnya itu kita, takut sakit hati saat tau kenyataan sebenarnya bukan kita. Tapi, untuk percaya klo ternyata dia gak tertarik sama kita itu jauh lebih sakit lagi :( Setelah itu, hubungan makin gak jelas dan akhirnya kita memutuskan untuk stop. That's it, enough. Gak akan hubungin dia lagi, dan menangis semalam *lebay*. Sad huh? Well, it's my own experience by the way. I know how it feels better than anyone else :p

Inilah yang bikin gue memutuskan bikin postingan ini. Kita sebagai cewek, yang di cipatakan lebih perasa dibanding makhluk berjakun, biasanya menghadapi semua hal dengan menggunakan perasaan. Di film He's not just that into you, ada quotes yang pas banget :

'He will always be able to play the "friend" card on you. He only has to be responsible for the expectations of a friend, rather than the far greater expectations of a boyfriend. He's got the ultimate situation: a great friend with all the benefits of a girlfriend, whom he can see or not see whenever he wants to. He may be one of your closest friends, but I'm sorry to say ... as a boyfriend, he's just not that into you.'

Di atas, bisa kita simpulkan klo cowok itu seneng ngasih harapan lebih ke cewek, bahkan dalam posisi nya sebagai teman kita. Dan kita, udah ke-geeran duluan, menyangka mereka udah suka sama kita, dan head over heels sama cowok itu. Padahal, belum tentu perasaan mereka sama seperti yang kita rasakan. Yang ada, mereka itu cuma bersembunyi di balik tempurung mereka, di balik tameng bernama 'teman' dan menyikapi kita dengan berlebihan. Akhirnya, mereka mendapatkan semua keuntungannya; punya teman cewek yang bisa mereka temui saat mereka mau dan gak harus repot-repot untuk memutuskan status apa yang akan mereka punya, karena toh pada awal dan akhirnya, dia gak ngerasa apa-apa sama kita. Kita aja yang ke-geeran dengan sikap berlebihan itu.

So girls, grow up. Don't waste your time being soooo in love with a guy who you don't even know what he wants exactly. Jangankan apa yang dia mau sama kita, dia sendiri mungkin bingung mau pake baju apa setiap hari. Rasanya kan gak enak banget tuh udah berharap sepihak, eh, akhirnya dia kabur saat tau mau kita yang sebenernya. Terlihat banget kan klo cowok yang kita anggep eligible awalnya ternyata ended being a jerk. Jadi, STOP BEING SUCH A SENSITIVE ONE, GIRLS! Jangan mau di tarik ulur sama cowok-cowok lagi. Baca tanda-tanda mereka dengan jelas; apakah mereka bener-bener mau pacarin kita, atau sekedar numpang lewat di kehidupan kita.

Ini juga jelas menunjukkan kelemahan cewek satu lagi klo udah deeply in love: cuma bisa nunggu kepastian, tanpa bisa memutuskan apa-apa. Jadi, saran dari Mama Ayi *seeet, gantiin Alm. Mama Lauren* putuskan aja selagi bisa, selagi belum terlalu jatuh dalam lubang yang di sebut cinta. Jangan takut atau malu di bilang terlalu terburu-buru atau agresif. Ini masalah perasaan, tau banget deh klo cewek-cewek udah di bikin kecewa, bisa seabrek masalah laen ikutan dateng. Jadi, berhenti gunakan perasaan, belajar gunakan logika, dalam menghadapi apapun. Jangan buat cowok-cowok ngerasa menang dengan mengetahui kita head over heels with them, tapi gantian buat mereka gigit jari saat tau kita gak merasakan 'sesuatu' yang mereka harapkan ada. Cut him off. Let him miss you.

Well, just remember, don't give him the chance to reject you again. You deserve to be with someone who is nice to you all the time :)

Thursday, July 29, 2010

The story behind ..

Hi Readers ! Miss me ? :p
These days been so rough for me. Got sick, and busy with things I've done before go to Jogja. Sumpaaaaah, mau ke Jogja aja berasa mau ke Jerman! Gimana klo kemaren jadi kuliah kesana yaa? Bisa lebih ribet lagi dari ini kayaknya deh -_____- Mulai dari beres-beres baju, celana, sepatu, sampai ngurusin gigi dan lain-lain. Anyhow, kali ini gak akan ngebahas soal berangkat-berangkat ke Jogja kok guys. Mau ngebahas yang lain aja :p hehe

Recently, I've been listening to Maliq & d'Essentials songs. From their first album, and the last but not least one. Well, karena sakit gue jadi betah ada di tempat tidur lama-lama dan gak kemana-mana, jadinya cuma dengerin lagu sambil tidur-tiduran ----> orang males. Setiap dengerin lagu-lagunya Maliq & d'Essentials tuh bikin mood gue bagus lagi. It's really boosting up my mood :D Lagunya easy listening semua, dan bikin imajinasi gue melayang-layang kemana-mana. Gue tipe pendengar yang merefleksikan lagu-lagu yang lagi di dengerin jadi potongan-potongan kejadian sesuai dengan bayangan gue terhadap lagu itu. Biasanya sih cuma di bayangin aja, tapi belakangan ini gue coba buat tulis kejadian-kejadian itu di wordpad atau word trus di masukin ke Blog ini. Yaaaaah, agak mirip cerpen-cerpen gitu lah. Dan lagu-lagu Maliq & d'Essentials adalah lagu yang paling sering bikin gue punya ide untuk menggubahnya jadi cerpen :D Two thumbs up buat personel nya, bisa keren banget bikin lagu-lagunya. Kapan yaa bisa bikin lagu sebagus mereka? Hahaha, mengkhayal gue :p

Jadi, postingan setelah ini akan berbentuk cerpen yang di ilhami dari 3 lagu Maliq & d'Essentials; Itu Adanya, Terlalu, dan Beri Cinta Waktu. Satu cerita yang di bikin jadi tiga plot, sesuai dengan tema lagu-lagu itu. Temanya yaa gak jauh-jauh dari soal cinta, di mulai dari jatuh cinta, di 'gantung', dan akhirnya memberi cinta itu waktu :) Well guys, enjoy my next story.

Wednesday, July 21, 2010

Thinking of You

'Comparisons are easily done, once you've had a taste of perfection..'

Aku melihat bayanganku sendiri di cermin. Lalu bayangan dirinya. Wajah tampan itu menghipnotisku. Well, sempat menghipnotisku walaupun rasa itu sekarang mulai menghilang perlahan.. Mataku menyusuri lekuk wajahnya; matanya, hidungnya, pipinya, bibirnya.. 'Betapa beruntungnya perempuan yang memiliki lelaki setampan dia..' ucap seorang perempuan sambil melirik secara terang-terangan di mall saat aku melewatinya bersama dengan suamiku ini. Aku melengos. Sudah tidak ada lagi rasa cemburu berkecamuk di pikiranku. Aku tau, laki-laki yang aku gandeng ini tidak akan berpaling dariku. Kalau cowok seperti ini saja sudah tampan sekali, apa yang dia katakan saat melihat dirimu ya Ren? Pikirku dalam hati sambil terkikik kecil lalu menyesali pikiran selintas itu. Aku pererat genggaman tanganku dengan Adit.
***
'Like an apple hanging from a tree, I picked the ripest one I still got the seed'

'Kita gak akan bisa sama-sama gini. Aku yakin kamu bisa dapet yang terbaik, dan itu bukan aku. Aku bener-bener gak bisa sama kamu Nis..' Reno melepaskan tanganku dari lengannya perlahan. Aku hanya bisa terdiam, memandang ke rerumputan di taman sepi itu. Sebenarnya ramai, tapi buatku yang sedang di ujung tanduk hubunganku, tempat seramai apapun benar-benar terasa sepi.
'Kenapa? Aku kurang apa? Apa lagi yang buat kamu gak bisa sama aku lagi Ren?' tanyaku, dengan suara tercekat. Hari ini Reno baru bersedia menemuiku setelah 2 minggu lebih menghindar. Dia melirikku, memastikan apakah aku menangis atau hanya terisak, menahan tangis. Lalu dia menghela nafas panjang.
'Intinya, kita gak bisa lagi berhubungan. Maaf klo penjelasan aku kurang berkenan di hati kamu, tapi udah lama aku mau kita temenan aja. Like we used to be..' jelasnya. Like we used to be? Klo pacaran sama kamu sehari dua hari mungkin kita bisa temenan lagi, tapi ini??? 3 tahun Ren! batinku, namun tak ada suara yang keluar dari mulutku. Aku menahan tangis, terisak. Lalu Reno bangun dari bangku taman itu,
'Aku pulang ya? Ngga enak ninggalin Aulia sendiran di rumah.. Kamu juga pulang ya? Mau hujan tuh..' dan dia langsung beranjak pergi. Aku tetap terdiam disana, berusaha mencerna kesalahan yang mungkin aku lakukan selama 3 tahun belakangan ini, dan tidak menemukan apa-apa untuk di benarkan. Kesempurnaankah yang membuat dia pergi?
***
'You said move on, where do I go? I guess second best is all I will know'

Menghilang, itu yang di lakukan Reno setelah memutuskan hubungan denganku. Dan aku, bukannya berusaha untuk mencarinya atau sekedar bertanya tentangnya, aku memilih untuk bertualang mencari penggantinya. Hey, I'm such a pretty girl, and I know how to use my charm towards guys. Yang ada di otakku adalah, masih banyak yang lebih baik daripada Reno. Pikiran yang akhirnya aku sangat sesali..
***
'Cause when I'm with him, I am thinking of you. Thinking of you. What you would do if you were the one who was spending the night? Oh I wish that I was looking into your eyes'

'Mikirin apaan sih sayang?' Adit bertanya dengan nada khawatir ke arahku. Aku tersentak, keluar dari lamunanku. Ternyata dia terbangun. Mungkin karena dia mencari-cari tubuhku untuk di peluk barusan dan tidak menemukannya. Aku menggeleng,'Nope, ga mikirin apa-apa, ngelamun aja. Hehe..' Dia memandangku sambil tersenyum. Manis, dengan lesung pipi di pipinya. Reno gak ada lesung pipi, tapi setiap dia senyum senyuman itu selalu berhasil membuat aku yang kesal tersenyum juga. Bayangan Reno masih datang, bahkan setelah bertahun-tahun aku tidak melihatnya lagi. Adit memelukku dari belakang. Harum tubuhnya, hangat pelukannya, kecupannya di pipiku, semua itu berbeda dari apa yang di lakukan Reno, tapi bayangan Adit terlihat seperti Reno sekarang, dari cermin di seberang kamar ini. Apa yang sebenarnya aku pikirkan?
***
'You're like an Indian summer n the middle of winter, like a hard candy with a surprise center'

Reno itu pembalap, hobinya nge-track sama teman-temannya setiap malam Sabtu. Cuek namun rapih, cerewet tapi dingin, itulah Reno. Dengan fisik cowok manis, Reno benar-benar tidak terlihat seperti seorang pembalap yang sanggup bawa motor sportsbike yang besar-besar itu. Di balik sikapnya yang dingin, Reno adalah orang yang amat sangat care dengan orang-orang terdekatnya, dan mahasiswa yang cerdas. Aku sangat menyayanginya, dan aku yakin Reno pun demikian. He's one of a kind, and I do love him more than I love anyone before.
***

'How do I get better once I've had the best? You said there's tons of fish in the water, so the waters I will test'

Adit adalah anak teman orangtuaku. Seharusnya, ia menjadi penerus perusahaan keluarganya yang bergerak di bidang kontruksi dan pembangunan. Namun, dia sendiri memiliki EO dan beberapa restoran di kota besar. Aku mengenal Adit setahun setelah aku lulus S1. Dia lelaki yang tampan, di tunjang dengan tubuhnya yang atletis juga gaya berpakaian yang necis. Tipe eksekutif muda yang sangat sadar bahwa dunia tempat dia berkecimpung amat sangat menghargai penampilan yang rapih ketimbang berantakan. Yang banyak orang tidak tahu, Adit adalah seorang pianis yang handal. Dia biasa bermain piano sesaat sebelum tidur dan saat bangun pagi. Hanya butuh waktu setahun lebih untuk membuat dia amat sangat jatuh cinta kepadaku dan memutuskan untuk menikahiku. Hanya wanita bodoh yang menyia-nyiakan lelaki seperti Adit, dan aku tidak bodoh.
***

'He kissed my lips, I taste your mouth. He pulled me in, I was disgusted with myself.Cause when I'm with him, I am thinking of you. Thinking of you. What you would do if you were the one who was spending the night? Oh I wish that I was looking into your eyes'

Tapi kenangan akan Reno tidak hilang, seberkas pun tidak penah aku bisa melupakan bayangannya. Bahkan akhir-akhir ini, bayangan itu seperti menggantikan sosok Adit. Laki-laki yang menemaniku setiap hari itu mulai berubah perlahan-lahan menjadi Reno! Malam ini, tubuh Adit yang memelukku lagi-lagi menjadi Reno. Aku tidak tau apa yang sedang terjadi di otakku, atau pikiranku, atau perasaanku. Yang jelas, ini membuatku sedikit terganggu. Aku harus melupakannya, tapi perasaanku tidak ingin sedikitpun melupakan Reno..
***

'You're the best and yes I do regret. How I could let myself let you go. Now the lesson's learned, I touched it I was burned, oh I think you should know'

Dan bahkan sebaik apapun Adit, masih Renolah yang aku pikirkan. Masih ada Reno di benakku, jauh di kedalaman hatiku masih ada Reno. Walaupun mungkin pikiranku menolak untuk mengingatnya lagi, tubuhku dengan reflek akan mengingat kembali betapa hangat pelukannya, manis kecupannya, lembut usapannya di wajahku, dan genggaman tangannya saat kami berdua. Bagaimana aku bisa mendapatkan yang terbaik sementara dialah yang terbaik untukku? Bagaimana mungkin saat itu aku melepaskan tangan itu, tidak mengejarnya lagi, dan berpaling?
***

'Cause when I'm with him, I am thinking of you. Thinking of you. What you would do if you were the one who was spending the night? Oh I wish that I was looking into your eyes. Won't you walk through and bust in the door and take me away? No more mistakes, cause in your eyes I'd like to stay... '

Dan malam ini, saat dia memeluk tubuhku lagi dan lagi, dan saat kamu datang menggantikan bayangan di cermin itu, pertanyaan besar menghantui pikiranku. Apakah sudah saatnya aku berhenti berpura-pura dan mencari dirimu, berharap kamu bisa memelukku lagi dan kita hidup bahagia berdua seperti yang sebelumnya pernah kita rencanakan bersama?
END
***



*NB : cerpen yang mellow, inspired by Katy Perry's song, Thinking of You :) kalimat-kalimat yang italic itu liriknya, dari awal sampai akhir :) hehe. Mulai sekarang, isi blog ini akan banyak di isi cerpen-cerpen inspired by songs that I heard recently :) Maaf yaaa klo agak ga nyambung atau gimana, ini hasil perspektif gue sama lagu ini :p Enjoy :)

Tuesday, July 20, 2010

How am I supposed to live without you ?

hey Readers, howdy? Hope you're doing great with all you've done today :)
Me? Well, I'm fine. A lil bit awkward, but totally fine :D hehe
Hey, do you like to listen to musics? I do like it :) Hmm, I like it so much actually :p
Barusan iseng bongkar-bongkar kotak CD yang lama, lagi mood dengerin lagu-lagu jadul, lagu taun 60-an, 70-an, atau 80-an :p And I found it, the old CD from my Ex, the one without any name written on it. Lupa-lupa inget sama isi CD itu, langsung aja gue puter di lepi, pasang headset, and online.

Ternyata isi Playlistnya lagu-lagu jadul, kompilasi beberapa penyanyi dan hit single dari mereka :) hehe.
Satu lagu yang bener-bener gue inget banget, the one he used to sang when he called me, the one he used to sang when I got mad with him is How am I Supposed to Live Without You by Michael Bolton :) hmm.. Jadi inget jaman masi jadian ama dia :p wakakaka

Dan sambil semua lagu-lagu jadul itu mengalun di headset, gue teringat momen-momen yang pernah gue lewatin ama dia...

He's a very uncontrollable boy, labile. Such a kid trapped in an adult body :p Cuek dan simple, itulah dia. Dulunya tinggal di Bandung, tapi setelah orang tuanya cerai dia tinggal disini sama tantenya. Katanya karena situasi rumahnya gak memungkinkan buat dia tetep tinggal disana. Singkatnya, gue jadian ama dia. Cowok cuek dengan penampilan kurus tinggi. Gue sih suka-suka aja deket-deket dia, yang gak gue suka adalah dia perokok berat! Sangat malah! Apalagi kalo lagi ada masalah, misalnya bokapnya dateng kesini, mereka pasti berantem. Hasilnya pasti mukanya lebam-lebam gak jelas. Klo dia dateng ke rumah dengan muka kayak gitu, gue cuma bisa ngakak. Gak tega sih, tapi mukanya beneran jadi lucu :p Lagipula, dia gak pernah ngijinin orang untuk ngurusin luka-luka gara-gara bokapnya. Dia juga gak mau ngelawan sih. Katanya, gak apa-apa dia yang sakit, yang penting di Bandung nanti nyokapnya gak akan di pukulin bokapnya lagi. Dan mobil akan bener-bener bau rokok. Mati sesek napas gue klo udah deket-deket dia!

Klo jadian ama cowok cuek, bawaannya pasti makan hati. Jadi gue sama dia yaa putus nyambung. Sekarang putus, besok balikan. Gitu terus, sampe setelah beberapa kali putus nyambung, akhirnya hubungannya jadi gak jelas. Masih sayang-sayang, tapi bebas tebar pesona kemana aja :p hihi. Sampai akhirnya, dia balik lagi ke Bandung. Sebelum ke Bandung, dia sempet ngajak jalan trus di mobil dia puter CD lagu ini. Gue ngakak. Gue bilang 'Apa-apaan lah ini, jadul semua. Gak lo banget deh, mana mellow semua. Wakakaka'

'Lagi mellow emang gue nya, gak percaya?' katanya.
'Mellow kenapa? Eh, ini apa judulnya? Yang sering lo nyanyiin kan ya? ' tanya gue pas lagu yang di puter menurut gue keren. Dia senyum,
'Iya, How am I Supposed to Live Without You-nya Michael Bolton tuh. Kuping lo bagus jg ternyata. Hahaha' jawab dia sambil ngulang lagu itu dan gedein volume tape-nya. Dan akhirnya selama lagu itu di puter, gue sama dia diem-dieman. Udah muter-muter gak jelas, makan malem, dan becandaan, di jalan mau pulang dia baru bilang klo besok dia mau balik lagi ke Bandung. Gue kaget.

'Ada apaan? Kok tiba-tiba?'
'Nyokap minta gue tinggal ama dia aja, keadaan udah tenang, bokap gak pernah lagi dateng-dateng untuk mukul nyokap, trus nyokap juga mau nikah lagi.. Gue harus ada disana dampingin dia..'
Gue diem, gak tau mau ngomong apaan. Lagu di tape sekarang jadi The One You Love nya Glenn Frey. Gue pura-pura dengerin lagu itu, berusaha ngusir perasaan sedih atau kehilangan, which is i felt deep in my heart. Dan kita diem-dieman lagi.

'I love you, back then, now and then' tiba-tiba dia ngomong gitu.
Hening sesaat, gue jawab 'Well, me too.'
Dia senyum. Senyumnya aneh, entah kenapa, tapi aneh aja gitu. Cuma gue gak ngebahas, berat mau ngomong saat lo sadar betapa lo sebenernya sayang banget sama orang di samping lo itu.

Pas sampe depan rumah, dia nyanyi lagu How am I Supposed to Live Without You ke gue.
Cukup bait pertama sama reff-nya aja, dan gue udah diem, gak bisa komentar apa-apa lagi. Pas terakhir sebelum turun, dia masih sempet nanyain lagi ke gue, 'How am I supposed to live without you? It's hard for me to say I'm sorry for what I've been done. Sorry for being so reckless and can't be serious with you.. I regret for what I've done to you.' dan dia kasih CD itu ke gue.

and stupidly, all I could say it's just 'That's fine :D wahahaha'

Besoknya, dia gak kasih kabar apa-apa lagi, bahkan telepon untuk bilang dia pamit berangkat ke Bandung udah gak ada lagi. I've been broken hearted, confused with my feeling. Rasanya sakit banget di tinggal gitu aja sama orang yang kita sayang. But time treat the wound well. Beberapa tahun setelah itu, gue udah mulai lupa soal dia dan perasaan gue pun sudah normal-normal lagi.

Now, listening to the songs he gave me, make some kind uneasy feeling deep down inside. Ada yang aneh, perasaan antara kangen, sedih, dan marah karena dia sama sekali gak ada kabar. Sekarang jadi kepikiran klo tiba-tiba kita ketemu lagi. Mungkin gue akan minta dia maen gitar dan nyanyi lagu How am I supposed to live without you lagi :) just the two of us, with guitar and cigarettes *buat dia, bukan gue*. Sedikit nyanyiin lagu itu yaa ..

'I can hardly believe it, when I heard the news today.I had to come and get it straight to you. They said you were leaving, someone swept your heart away.'
'From the look upon your face, I see it's true. So, tell me all about it, tell me 'bout the plans that you're making. Then tell me one more thing before you go..'
'How am I supposed to live without you? Now that I've been love you for so long. How am I supposed to live without you? How am I supposed to carry on. when all that I've been livin' for is gone ..'


Isn't it sweet enough ? :) for you there, who have sang this song for me, may life treat you well. No hard feeling, and I wish for your happiness and joy. Mungkin kita gak akan ketemu lagi, tapi kenangan tentang lo selalu gue inget kok :) hehe.

Then readers, have any songs that related you with your beloved ones ? :p

Monday, July 19, 2010

And friends in need, are friends indeed :D

posting ini di dedikasikan untuk sahabat-sahabat saya yang lolos SNMPTN kemarin :D hihi

UCI

Vani

& Olla :)


16 Juli, 8.29 malam.
Gue lg duduk di depan TV di ruang keluarga, chit chat with my parents, si ganteng baru aja pulang abis ngobrol bentar di rumah, dan E63 gue berdering. Ternyata ada sms masuk. I was hoping it's him that message me, but it's not him. It's my friend, Olalala.

from : olla chandra k
gw ktrma unila :)

That's all she said and at a glance reply it! :D I asked her what study she got and she got Administration study :) Inget klo gak cuma Ola yang daftar SNMPTN tapi masi ada dua sahabat gue yg bertaruh disana, lgsung gue online. Dan ternyata FB malem itu lagi rameeee banget ngebahas soal SNMPTN. I saw not only so many happiness notes at my news feed, but also sadness. Ada yang di terima dan gak di terima. Well, yang aneh yaa temen gue yang namanya Uci. Udah di terima di Komunikasi Unila, malah nangis, gak mau katanya kuliah di Unila -___-''

"GUE GAK JADI KE JOGJA :((" gitu kata dia :p wakakka :D jadi deh malem itu semaleman ngakak2 becandaan ngeledekin si Uci yang terpaksa harus mengubur angan-angan tinggi kuliah ke Jogja :p

Sementara temen gue yang satunya, si Vani, di terima di Fkip-nya. Fkip Geografi! hahahaha :D
"Untung bgt gue di terima Unila, gak jadi deh masuk UBL! hahhaa :D" gitu kata Vani via chat FB :p Cita-citanya Vani mulia banget loh, mau jadi Dosen Geografi :p hahaha. Tapi gue sama Uci ngeledekin dia jadi guru SMA, nti PPL di SMA tempat berondongnya :p wakakakaka

Semaleman ngebahas soal SNMPTN, siapa masuk mana, siapa masuk apa, gimana yang gak masuk. Sedih sih denger yang gak lolos SNMPTN, tapi tenang kawan, ada UM kok :) klo udah rezeki, gak akan kemana deh. Percaya aja :) haha

Ngga lama, si Olla sms lg,

from : olla chandra k
bner gak ya pngumuman itu ? :(

Ternyata dia takut pengumuman yang malem2 itu gak bener, trus taunya besok gak ada nama dia di koran. I've felt that too, when I saw the sms from 7890 that said I got enter the Communication Department UGM :p Apalagi saat gue di kabarin sama temen gue, Radhinal, klo gue lolos interview dan masuk UGM, gue sempet panas dingin di tempat les. Lebay mungkin, tapi itu kan mempertaruhkan nasib masa depan, jadi yaa wajar aja kalo gak percaya awalnya :p Tapi, akhirnya besok nama 3 temen gue ada di koran, di jurusan yang mereka mau :)

"Lo jangan ngambil SP yaa yi, trus taun depan jg jgn balik ke lampung, kita2 yang ke jogja nti :) liburan bareng kita" kata Vani di chat nya ke gue. Awalnya gue ketawa ketiwi, tapi abis itu berasa banget kalo sebentar lg gue akan bener-bener pisah sama mereka :( gue akan kehilangan momen-momen seru bersama mereka bertiga .. Dan seketika gue bener-bener ngerasa kesepian :( Alangkah cepatnya waktu 3 tahun itu berlalu dan sekarang kita akan di pisahkan jarak sedemikian rupa. Belum lagi kalo udah pisah beneran, dan perkuliahan udah mulai. Apa masih ada waktu buat kita berempat ngobrol lama-lama lagi? :(

Lewat post ini, gue mau tunjukin betapa gue amat sangat sayang sama temen-temen gue, terutama mereka bertiga. Betapa gue bahagia memiliki mereka bertiga selama beberapa tahun belakangan ini. Betapa gue bersyukur ada mereka di tiap momen-momen kehidupan gue :) This song gonna be our soundtrack;

"bertahan satu ciiiinnnntttaaaa, bertahan satu C.I.N.T.AAAAA ~"

ups wrong song lyric :p wakakaka itu sih Soundtrack anak-anak komunikasi :p hihi.

"Oh I, never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned
I'm glad I've got a chance to to say
That I do believe I love you

And if I, I should ever go away
Well than close your eyes
and try to feel the way we do today
And then if you can't remember

Keep smiling
Keep shining
Knowing you can always count on me
for sure
That's what friends are for

For the good times
and the bad times
I'll be on your side forevermore
That's what friends are for

And I, though you heard it all before
Well I'll tell you one more time
So I can be completely sure
So you know how much I love

And if I should ever go away
well then close your eyes and try
to feel the way we feel this day
and then if you can't remember

Keep smiling
Keep shining
Knowing you can always count on me
for sure
That's what friends are for
Oh in good times
and in bad times
I'll be on your side forevermore
That's what friends are for"

Well that's all i cud say for now, ciao ! Even if I find another besties at Jogja, you guys will be my soulmate ever! Love you so my Besties :*