"After all.. I'm just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.."

Friday, July 30, 2010

He's just not THAT into you

okaaay, sorry for being such a lier cause i can't make those story-behind-songs that I've promised befoooore :( things happened around can't make me concentrate well. So, sorry for being a loser and can't make the stories :( Promise you that this post won't waste your time :p

He's just not that into you
Udah pernah nonton film He's just not that into you? Film ini di angkat dari buku karangan Greg Behrendt & Liz Tuccillo dengan judul yang sama. Ceritanya simple, about various relationship, tentang membaca 'tanda' dari lawan jenis, dan berharap gak salah baca 'tanda' dari mereka dan akhirnya menemukan 'soulmate'-nya. Di cerita ini ada banyak individu yang salah 'baca' tanda-tanda yang di kasih lawan jenisnya. Ada cerita tentang cewek yang selalu salah baca tanda-tanda dari cowok and ended being dumped or doing sumthing stupid.

Contoh kasus yang serupa tapi nggak sama seperti di film itu gini, ada cowok yang lagi deket sama kita. Karena jaman sekarang canggih, mereka udah gak ngajak kenalan kita saat ketemu kita di mall atau party atau resto. Yang biasanya mereka lakukan adalah adding our Facebook account or Twitter. Setelah itu, dia akan ngajak kita chat berjam-jam, berusaha untuk ngajak kita ngobrol. Gak lama dari itu, dia, dengan kepedean tingkat tinggi, akan meminta nomor Hp kita. Biasanya sih nanya langsung, atau nanya ke temen deket kita yang mungkin lagi online saat itu. Setelah itu, di mulailah saat-saat yang kita anggap sebagai pendekatan, walaupun gak jelas.

He'll text us everyday, every hour, till late. Asking what we do now, what happen on our day, and so on, and so on. Trying to affect us with his charm and his caring. Setelah itu, mulai deh dia telepon kita. Biasanya, telepon pertama akan berlangsung lama. Kita mulai ngerasa ada kecocokan, and he seems interested with us too. After that, gak di sangka-sangka dia akan ngajak kita jalan.

Sebagian cewek, akan langsung mengiyakan ajakan cowok itu dan besoknya mereka jalan. Atau, mereka postponed dulu ajakan cowok itu, dan berusaha mendalami karakter cowok itu lagi, sekalian ngetes, cowok ini serius atau nggak. Untuk kasus yang kedua ini, biasanya ada cowok-cowok yang langsung males ngeladenin cewek itu lagi, karena mereka nganggep cewek itu terlalu jual mahal, di ajak jalan aja susah. Habis itu yaa bye bye, dia gak sms-sms lagi deh. Delete contact kita dari phonebook mereka. Atau, ada cowok yang keukeuh tetep aja smsin dan telponin cewek itu. Berusaha menunjukkan sikap ksatria putih berkuda, yang tetep gentleman dan bersikap manis ke cewek itu.

Untuk cewek-cewek, klo udah ketemu tipe yang kedua ini pasti ngerasa 'Oh, he's just that into me'. Well, cewek kan di ciptakan perasa banget, sensitif gitu. Pastilaah ngerasa berbunga-bunga ngeliat cowok tetep keukeuh deketin dia walaupun kita jual mahal. Masa nggak? Duh, jangan muna' deh, seneng itu wajar kok, lumrah banget. Sayangnya, perasaan inilah yang akan berakibat buruk akhirnya.

Setelah smsan berhari-hari, berminggu-minggu, di telepon dan lain-lain, tibalah saatnya cewek ini jalan sama cowok itu. Mereka ketemu, jalan, makan, have a great day. Yaah, mungkin ada sedikit perbedaan di antara mereka, tapi intinya puaslah dengan jalan hari itu. He's good, kind, smart and gorgeous. Act like a real knight at the white horse. 'Tanda-tandanya' makin jelas keliatan. What can she do? She falls in to him that fast. She likes him, and he seems like her too. Inget yaa, masih seems like.

Setelah tahapan jalan bareng inilah biasanya sinyal dari cowok ini mulai sedikit aneh. He says he'll call, but in the end he's just text us. He says he's busy with his college things and ended doesn't appear online at Facebook. And many things that appear apparently. Kita kebingungan, ini cowok mau gak sih sebenernya? Pasti mikir gitu dong? Ya nggak? Setelah dia sok jual mahal, kita pun memutuskan untuk jual mahal juga. Pepatahnya, lo jual gue beli ;p Gantian kita yang nggak sms-sms dia, biarin dia duluan yang sms kita, sambil berharap-harap cemas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi yang terburuk: dia gak akan hubungin kita lagi.

Yang terjadi berikutnya, cowok itu sms kita lagi! Dan kali ini he says that he misses us! Wooow, rasanya pasti pengen jedotin kepala ke tembok, ngerasa bego banget gak sms dia duluan aja dari kemaren. Yaa inilah kelemahan cewek, gampang di bikin geer. Di bilang kangen aja rasanya kayak bisa terbang, punya sayap di punggung, terus ngejebol plavon terbang ke rumah cowok itu buat bilang kita juga kangen. Haha. Abis itu, hubungan terjalin lebih erat. Jalan-jalan lagi, menghabiskan waktu bareng-bareng lebih lama. Smsan, telponan, chat di lakukan lebih intens. Tapi apa yang terjadi berikutnyaa? Dia HILANG lagi! Wawawawaa, mulain deh kita kebakaran jenggot. Kelimpungan, ngerasa kehilangan. Sedih, nelangsa, dilema. Rasanya gak betah online lama-lama, atau berulang-ulang ngecek hp, ngeliat ada atau nggak sms dari dia, dan berusaha meyakinkan diri sendiri klo kita gak salah baca 'tanda' dari dia.

Well, kenyataan berikutnya lebih menyakitkan. Tiba-tiba status Facebook-nya gak jelas, he seems talking about a girl, but we can't make sure who is he talking about. Mau geer dan ngerasa klo yang di omongin sama dia di status-statusnya itu kita, takut sakit hati saat tau kenyataan sebenarnya bukan kita. Tapi, untuk percaya klo ternyata dia gak tertarik sama kita itu jauh lebih sakit lagi :( Setelah itu, hubungan makin gak jelas dan akhirnya kita memutuskan untuk stop. That's it, enough. Gak akan hubungin dia lagi, dan menangis semalam *lebay*. Sad huh? Well, it's my own experience by the way. I know how it feels better than anyone else :p

Inilah yang bikin gue memutuskan bikin postingan ini. Kita sebagai cewek, yang di cipatakan lebih perasa dibanding makhluk berjakun, biasanya menghadapi semua hal dengan menggunakan perasaan. Di film He's not just that into you, ada quotes yang pas banget :

'He will always be able to play the "friend" card on you. He only has to be responsible for the expectations of a friend, rather than the far greater expectations of a boyfriend. He's got the ultimate situation: a great friend with all the benefits of a girlfriend, whom he can see or not see whenever he wants to. He may be one of your closest friends, but I'm sorry to say ... as a boyfriend, he's just not that into you.'

Di atas, bisa kita simpulkan klo cowok itu seneng ngasih harapan lebih ke cewek, bahkan dalam posisi nya sebagai teman kita. Dan kita, udah ke-geeran duluan, menyangka mereka udah suka sama kita, dan head over heels sama cowok itu. Padahal, belum tentu perasaan mereka sama seperti yang kita rasakan. Yang ada, mereka itu cuma bersembunyi di balik tempurung mereka, di balik tameng bernama 'teman' dan menyikapi kita dengan berlebihan. Akhirnya, mereka mendapatkan semua keuntungannya; punya teman cewek yang bisa mereka temui saat mereka mau dan gak harus repot-repot untuk memutuskan status apa yang akan mereka punya, karena toh pada awal dan akhirnya, dia gak ngerasa apa-apa sama kita. Kita aja yang ke-geeran dengan sikap berlebihan itu.

So girls, grow up. Don't waste your time being soooo in love with a guy who you don't even know what he wants exactly. Jangankan apa yang dia mau sama kita, dia sendiri mungkin bingung mau pake baju apa setiap hari. Rasanya kan gak enak banget tuh udah berharap sepihak, eh, akhirnya dia kabur saat tau mau kita yang sebenernya. Terlihat banget kan klo cowok yang kita anggep eligible awalnya ternyata ended being a jerk. Jadi, STOP BEING SUCH A SENSITIVE ONE, GIRLS! Jangan mau di tarik ulur sama cowok-cowok lagi. Baca tanda-tanda mereka dengan jelas; apakah mereka bener-bener mau pacarin kita, atau sekedar numpang lewat di kehidupan kita.

Ini juga jelas menunjukkan kelemahan cewek satu lagi klo udah deeply in love: cuma bisa nunggu kepastian, tanpa bisa memutuskan apa-apa. Jadi, saran dari Mama Ayi *seeet, gantiin Alm. Mama Lauren* putuskan aja selagi bisa, selagi belum terlalu jatuh dalam lubang yang di sebut cinta. Jangan takut atau malu di bilang terlalu terburu-buru atau agresif. Ini masalah perasaan, tau banget deh klo cewek-cewek udah di bikin kecewa, bisa seabrek masalah laen ikutan dateng. Jadi, berhenti gunakan perasaan, belajar gunakan logika, dalam menghadapi apapun. Jangan buat cowok-cowok ngerasa menang dengan mengetahui kita head over heels with them, tapi gantian buat mereka gigit jari saat tau kita gak merasakan 'sesuatu' yang mereka harapkan ada. Cut him off. Let him miss you.

Well, just remember, don't give him the chance to reject you again. You deserve to be with someone who is nice to you all the time :)

No comments:

Post a Comment