Bukan karena gue kerasan dengan gaya hidup pengangguran (tidur pagi-bangun siang-mandi sore-jalan-jalan) tapi karena gue akhirnya sadar akan ada tanggung jawab besar yang akan gue jalanin bulan Agustus nanti.
Semalem, orang tua gue ngajak discuss soal keberangkatan ke Jogja, dan ternyata keberangkatannya di undur, dari tanggal 8 Agustus ke tanggal 3/4 Agustus. Agak kaget sih denger rencana yang berubah, tapi gue pasrah. Kalau gue menolak, yang ada nanti di suruh ke Jogja sendiri, gak di urusin, kacau urusan nya -___-
Abis itu, gue tidur dengan pikiran soal Jogja. Selama ini, berangkat ke Jogja cepet-cepet adalah impian gue. Well, finally I'll meet all my friends that i only know via Internet. And I'll start my life by my self. And college life seems soooooo promising for me. But, in the end, gue sadar klo gue akan banyak kehilangan momen2 yang gak kalah penting dari itu semua ..
Hal-hal sepele seperti berantem sama orang rumah soal letak barang-barang yang kecil-kecil, curhat sampai malem sama mama, ngajarin papa install program ke komputernya, latihan nyetir sama Ivan&Willi, telpon-telponan sama mba Ani, ngegosip bareng Uci&Vani, jalan-jalan bareng Olla, atau sekedar makan malem sama si ganteng. Hal-hal yang akhir-akhir ini terjadi di hidup gue membuat gue berat untuk melangkah menuju Jogja. Apalagi semua temen-temen deket gue kuliah di Lampung, gak jadi berangkat ke Jogja juga. Well, maybe it sounds silly, but the way we used to fight is sumthing that I'll miss the most :(
Apalagi semalem si ganteng sempet ngomong 'Cepet banget yaa km ke Jogja nya'. Dan gue langsung sadar seketika bahwa waktu yang akan gue habiskan bersama orang-orang terdekat gue pun semakin sempit; bahkan mulai limit. Pikiran-pikiran yang macem-macem mulai berkecamuk di benak gue. Pertanyaan yang paling sering terlintas di otak adalah; Apakah gue siap berdiri sendiri di Jogja tanpa ada orang-orang yang menopang gue? Selama ini, pusat dari perhatian orang tua gue yaa cuma gue. Kakak-kakak gue udah bisa hidup sendiri, gak perlu lagi di topang orang tua gue. Tinggal gue sendiri yang masih piyek; masih di bawah ketek ortu dan masih hijau buat mulai hidup gue sendiri. Lalu, pertanyaan kedua yang sering muncul adalah; Bisakah gue akhirnya membahagiakan orang tua gue dengan jalan yang gue pilih ini? -____- that kind of questions surrounded in my mind and for some reasons make me afraid to start my life alone.
Tapi, live has to move on. And I, as the center of my life have to move on too. Kalau gue tetep galau ama diri sendiri dan bingung dengan apa yang harus gue tempuh, yang ada gue akan jalan di tempat; bahkan mundur. Jadi, sekarang gue harus bersiap-siap untuk keberangkatan yang udah di depan mata. Mulai mempersiapkan apa yang harus gue bawa. Juga, memanfaatkan waktu yang semakin sempit ini untuk bisa bersama-sama orang-orang terdekat gue :) Quality time with my parents, besties, friends, and him.
Semakin cepat Agustus datang, semakin gue sadar bahwa waktu itu benar-benar berputar dan kita akan ketinggalan kalau gak bersiap-siap dari sekarang untuk menempuhnya. Berarti akan ada kehidupan selanjutnya yang harus gue jalanin; salah satu fase kehidupan yang harus gue tempuh untuk maju jadi orang yang lebih baik :) Yap, now I'm in the full energy to move to Jogja! Yippi! :D
Just a promise to myself and my parents, that I won't disappointed them. I'll survive in my new life and town and make them proud. Promise to them, I won't fail, even if I fail and fall, I'll stand up and won't cry like I used to be. I'll grow up and behave maturely. Just wait and see me, mom and dad :)
Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, Agustus tetep jangan dateng cepet-cepet doooong?? Gue masih betah jalan-jalan sama si ganteng disini :( huuuu
So, puh-lease God, make August come slowly; after all the things I have here done and I can be with him *ngarep* Hahaha :D Amin ya Allah :)
So guys, ready to face August ? :)
everything will doing just fine...just trust your self and Allah always,everything will be ok..promise!! like i did before..
ReplyDeleteketakutan2 itu wajar,apalagi menghadapi situasi dan lingkungan baru. satu kuncinya percaya sama Allah dan jangan sekali2 tinggalin solat, trus percaya diri dan yakin tiap langkah. insya Allah akan lancar semua, niatkan kesana untuk menuntut ilmu,menuntut ilmu juga ibadah kan. rasa home sick pasti ada,awal2nya karna kaget yg biasa dengan keadaan rumah,trus tiba2 menghadapi kehidupan kos-kampus-kos..itu pasti bikin buete,fyi aku suka nangis sendiri awal2 kuliah karna..(jadwal kuliah yg masih kacau,kesepian,acara mos yg menyebalkan,teman2 yg ga semua bersahabat,dsb).
tapi seiringnya waktu semua terlewati kok,tiba2 ga kerasa udah 3 taun,tiba2 udah mau skripsi,tiba2 udah mau wisuda,tiba2 udah dapet kerja,tiba2 udah merit deeehhh ^^v hehehe..
jalanin aja semua dengan santai de,ini kan fase awal hidup kita. pokoknya niatkan semuanya Lillahitaala karna Allah,insya Allah semua lancar semua enteng..jangan lupa kepp n touch sama ortu.pegang amanat mereka teorinya mudah,setelah terjun langsung dan 'praktek dilapangan' banyak sekali godaannya. makanya itu kuncinya hanya satu,jangan pernah tinggalin solat!itu aja pesan teteh.
the last is...selamat berjuang menjadi dewasa,selamat berjuang dengan 'hidup yang baru',selamat menempuh kerasnya dunia perkuliahan,dan terakhir..selamat bersenang2. enjoy your independent life...
yeeaaaaaaaaaaaaaaaah thanks teteeeh ! :) hihi
ReplyDeletedoain semua nya lancar yaaa, nti mungkin ayi akan sering2 curhat ama teteh kalo gak kakak astri soal kehidupan kuliah -_____- huhuhu